Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat PAM BM 5

Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat Pam Bm 5 -PDF Download

  • Date:21 May 2020
  • Views:8
  • Downloads:0
  • Pages:19
  • Size:526.65 KB

Share Pdf : Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat Pam Bm 5

Download and Preview : Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat Pam Bm 5


Report CopyRight/DMCA Form For : Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat Pam Bm 5


Description:

SNI 03 2916 1992 Spesifikasi sumur gali untuk sumber air bersih SNI 01 0220 1987 Air minum SNI 03 3981 1995 Tata cara perencanaan instalasi saringan pasir lambat SNI 03 3982 1995 Tata cara pengoperasian dan perawatan instalasi saringan pasir lambat SNI 19 6768 2002 Tata cara pemasangan perpipaan besi daktil dan perlengkapannya

Transcription:

Pd T 09 2005 C, air yang memenuhi persyaratan air minum sesuai ketentuan yang berlaku. air bersih, air yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi keperluan sehari hari yang. memenuhi persyaratan baku mutu air bersih yang ditetapkan. bangunan penangkap air, bangunan untuk menangkap menampung dan melindungi mata air terhadap pencemaran. hidran umum, sistem pelayanan air minum berupa bak penampung air minum yang dilengkapi dengan kran. instalasi pengolahan air sederhana, bangunan pengolahan air sederhana yang mampu mengolah air baku menjadi air bersih atau air.
sistem pelayanan air minum dengan pasokan air langsung dari sistem perpipaan tanpa melalui. tangki hidran,penampung air hujan PAH, tempat penampungan air hujan yang akan digunakan sebagai air bersih atau air minum. sambungan langsung, pelayanan air minum dari sistem perpipaan yang dialirkan langsung ke pelanggan. saringan rumah tangga SARUT, sarana pengolahan air baku menjadi air bersih dengan menggunakan sistem penyaringan. Daftar RSNI,Pd T 09 2005 C,air tanah dalam, air tanah yang terdapat didalam tanah dengan kedalaman muka air lebih besar dari 20 meter. air tanah dangkal, air tanah bebas yang terdapat dalam atanah dengan kedalaman muka air tanah kurang dari.
atau sama dengan 20 meter,sumur gali, sarana untuk menyadap dan menampung air tanah yang digunakan sebagai sumber air baku. untuk air bersih atau air minum, lubang yang dibuat sampai kedalaman tertentu untuk menyadap air tanah dengan. menggunakan alat bor,sumur pompa tangan SPT, sarana penyediaan air bersih berupa sumur yang dibuat dengan membor tanah atau menggali. pada kedalaman tertentu dilengkapi dengan pompa tangan. 4 Pemilihan jenis prasarana sarana air minum, Prasarana dan sarana air minum yang akan dibangun dipilih berdasarkan berbagai. pertimbangan antara lain ketersediaan sumber air baku ketersediaan lahan bahan kondisi. sosial ekonomi serta budaya masyarakat setempat, Pemilihan sumber air baku yang akan digunakan dapat dilihat pada diagram terlampir.
lampiran A,4 1 Sistem penyediaan air minum,Sistem penyediaan air minum didasarkan pada. a Sumber air baku yang berupa mata air air tanah air permukaan dan air hujan. b Pengolahan air yaitu pengolahan lengkap atau tidak lengkap yang berdasarkan dari hasil. pemeriksaan kualitas air baku, c Sistem pendistribusian yaitu gravitasi atau pemompaan. d Sistem pelayanan yang berupa sambungan rumah langsung dan hidran umum kran umum. Alternatif sistem penyediaan air minum secara garis besar ditunjukkan pada gambar 1. Daftar RSNI,Pd T 09 2005 C,Sumber air Bangunan,gravitasi Reservoar gravitasi Konsumen. Mata air penangkap air,Sumber air Sumur bor,pemompaan Reservoar gravitasi Konsumen. Air tanah sumur gali, Sumber air Bangunan gravitasi Unit gravitasi gravitasi.
Reservoar Konsumen, Air permukaan sadap pemompaan pengolah pemompaan pemompaan. Sumber air Bak Bak penampung air hujan yang dilengkapi Konsumen. gravitasi gravitasi, Air hujan penampung dengan saringan dan kran Hidran umum. Gambar 1 Alternatif sistem penyediaan air minum,4 2 Alternatif jenis prasarana dan sarana. Jenis prasarana dan sarana yang diperlukan dalam sistem penyediaan air minum sesuai. dengan sumber air baku serta sistem pengolahannya dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1 Alternatif jenis prasarana dan sarana,Pemanfaatan Sistem. No Sumber Air Sarana Sistem PAM,Sumber Pelayanan, Mata Air Gravitasi Penangkap mata air Sambungan Langsung.
1 Pemompaan Intake Hidran Umum,Hidran Umum Kran Umum Kran Umum. Terminal Air,Air tanah dangkal SGL pasangan bata Hidran Umum. SGL cincin beton Sumur Gali,SPT dangkal SPT Dangkal. Air tanah dalam Pemompaan Sambungan Langsung,Pompa Hidran Umum. Bak Penampung Reservoir Kran Umum,Hidran Umum Kran Umum Terminal Air.
Air permukaan,Sungai Gravitasi Intake Sambungan Langsung. 3 Danau waduk Pemompaan Sistem Instalasi Pengolahan Hidran Umum. Embung Air Sederhana SIPAS Kran Umum,dll Saringan Pasir Lambat Terminal Air. 4 Air hujan PAH cetakan fiber Penampungan Air Hujan Kran umum. PAH pasangan bata,SGL sumur gali,SPT sumur pompa tangan. PAH penampung air hujan,Daftar RSNI,Pd T 09 2005 C. 4 2 Langkah langkah pelaksanaan,4 3 1 Pengumpulan data.
Data primer diperoleh melalui survai observasi atau wawancara data sekunder diperoleh dari. dokumen yang tersedia,4 3 2 Survai air baku, Survai air baku dimaksudkan untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai alternatif. sumber air baku yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di lokasi. sasaran yang direncanakan Materi survai air baku adalah sebagaimana tertera pada tabel 2. Tabel 2 Data untuk survai air baku,No sumber Data yang diperlukan Keterangan. lokasi dan ketinggian Sumber layak dipilih jika tidak ada. Kualitas air visual dan pemeriksaan konflik kepentingan musyawarah. laboratorium kualitas dan kuantitas memenuhi, kuantitas dan kontinuitas air hasil pengamatan ketentuan yang berlaku. dan pengukuran pada musim kemarau,1 Mata Air,Peruntukan saat ini. Kepemilikan lahan di sekitar mata air,Jarak ke daerah pelayanan.
Yang mempengaruhi kualitas,jalan masuk ke MA,lokasi Untuk mengetahui kondisi air tanah. Kualitas kuantitas dan kontinuitas dalam di lokasi perlu dilakukan. Peruntukan saat ini pemeriksaan geolistrik, 2 Air Tanah Kepemilikan Sedangkan untuk mengetahui kondisi. Jarak ke daerah pelayanan air tanah dangkal dapat melihat peta. Jalan untuk masuk ke lokasi kondisi air tanah yang dikeluarkan. oleh Ditjen Geologi Tata Lingkungan,lokasi dan ketinggian. Kualitas air visual dan pemeriksaan,laboratorium, Air kuantitas dan kontinuitas air hasil pengamatan Sumber dipilih jika alternatif 1dan 2. Permukaan dan pengukuran pada musim kemarau tidak ada. Peruntukan saat ini,Jarak ke unit pengolahan dan ke daerah.
Curah hujan Sumber dipilih jika alternatif 1 2 dan. 4 Air Hujan,Kualitas dan kuantitas air hujan 3 tidak ada. 4 3 3 Survai kebutuhan air minum, Survai kebutuhan air minum dimaksudkan untuk mengetahui pemakaian air bagi keperluan. rumah tangga minum masak mandi cuci dan kakus, Materi yang dikumpulkan mencakup hal hal sebagai berikut. a Sumber air yang ada saat ini,Daftar RSNI,Pd T 09 2005 C. b Volume air yang digunakan cara pengolahan pendistribusian dan biaya yang dikeluarkan. untuk mendapatkan air untuk keperluan rumah tangga. c Jumlah jiwa tiap keluarga,d Jarak pengambilan,4 3 4 Survai topografi.
Materi yang disurvai adalah data ketinggian kontur dan posisi situasi rencana penempatan. system penyediaan air minum serta daerah pelayanan Pengukuran dilakukan dengan. menggunakan peralatan altimeter atau peralatan lain yang sejenis seperti theodolit water pass. 4 3 5 Survai sosial ekonomi dan budaya,Materi yang dikumpulkan mencakup hal hal berikut. a Sumber air minum kuantitas dan kualitas,b Tingkap pendapatan dan pendidikan penduduk. c Tingkat kemampuan dan kemauan penduduk untuk mendapatkan pelayanan air minum. d Kondisi kesehatan masyarakat,4 3 6 Survai bahan bangunan lokal. Survai bahan bangunan untuk mengetahui ketersediaan bahan bangunan setempat yang dapat. digunakan untuk membangun sistem penyediaan air minum meliputi. a Potensi dan mutu bahan bangunan lokal yang tersedia. b Kemudahan pengadaan dan pengangkutannya,c Biaya pengadaan. d Bahan pendukung lainnya,4 3 7 Pemilihan sistem, Pemilihan sistem dilakukan setelah data tersedia dengan tahapan proses berikut.
a Pertimbangkan ketersediaan air baku dengan prioritas air baku dari mata air air tanah air. permukaan air hujan dengan membandingkan kehandalan kualitas kuantitas dan. kontinuitas air baku, b Rencanakan sistem penyediaan air minum yang diinginkan dengan mempertimbang kan. kondisi air baku dan lokasi pelayanan, c Perkirakan kebutuhan biaya investasi awal serta biaya operasi dan pemeliharaan. 4 4 Perencanaan, Tahapan perencanaan sistem penyediaan air minum adalah sebagai berikut. 4 4 1 Kualitas air baku, Sebagai salah satu pegangan dalam memilih jenis sumber air adalah persyaratan kualitas air. baku yang akan dipilih harus memenuhi standar kualitas air yang berlaku sesuai dengan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 82 tahun 2001 kelas 1. Dari hasil pemeriksaan kualiasair baku secara visual dilapangan dipilih alternatif pengolahan. yang dapat dilihat pada tabel 3 berikut,Daftar RSNI.
Pd T 09 2005 C,Tabel 3 Evaluasi kualitas air,No Parameter Alternatif pengolahan Kesimpulan. 1 Bau Bau tanah Kemungkinan dengan Dapat dipakai jika percobaan. saringan karbon aktif pengolahan berhasil, Bau besi Aerasi saringan pasir Bisa dipakai dengan. lambat atau aerasi pengolahan,saringan karbon aktif. Bau sulfur Kemungkinan aerasi Dapat dipakai jika percobaan. pengolahan berhasil, Bau lain Tergantung jenis bau Dapat dipakai jika percobaan. pengolahan berhasil, 2 Rasa Rasa asin payau Aerasi saringan karbon Tergantung kadar Cl da.
aktif pendapat masyarakat, Rasa besi Aerasi saringan pasir Bisa dipakai dengan. lambat atau aerasi pengolahan,saringan karbon aktif. Rasa tanah tanpa Saringan karbon aktif Mungkin bisa dipakai dengan. kekeruhan pengolahan, Rasa lain Tergantung jenis rasa Tidak dapat dipakai. 3 Kekeruhan Kekeruhan sedang Saringan pasir lambat Bisa dipakai bila dengan. coklat dari lumpur pengolahan, Kekeruhan tinggi Pembubuhan PAC Bisa dipakai bila dengan. coklat dari lumpur saringan pasir lambat pengolahan dengan biaya. relatif besar,Putih Pembubuhan PAC Dapat dipakai jika percobaan.
pengolahan berhasil, Agak kuning Aerasi saringan pasir Dapat dipakai jika percobaan. sesudah air lambat atau aerasi pengolahan berhasil. sebentar diember saringan karbon aktif, 4 Warna Coklat tanpa Kemungkinan dengan Dapat dipakai jika percobaan. kekeruhan saringan karbon aktif pengolahan berhasil. Coklat bersama Sama dengan kekeruhan Sama dengan kekeruhan. dengan kekeruhan, Putih Kemungkinan dengan Tidak dapat dipakai kecuali. pembubuhan PAC percobaan pengolahan, Lain Tergantung jenis warna Tidak bisa dipakai kecuali. percobaan pengolahan,4 4 2 Kualitas air minum, Salah satu persyaratan penting dalam penyediaan air minum adalah kualitas air yang diproduksi.
harus memenuhi standar kualitas air minum yang berlaku sesuai dengan Keputusan Menteri. Kesehatan 907 Menkes SK VII 2002,Daftar RSNI,Pd T 09 2005 C. 4 4 3 Penentuan jumlah penduduk dan kepadatan penduduk. Penentuan jumlah penduduk dan kepadatan penduduk dipakai untuk menentukan daerah. pelayanan dengan formula sebagai berikut,a cari data jumlah penduduk awal perencanaan. b tentukan nilai prosentase pertambahan penduduk pertahunnya r. c hitung pertambahan nilai penduduk sampai akhir tahun perencanaan misal 5 tahun. dengan menggunakan salah satu metode misal metode geometrik. P Po 1 r n 1,dengan pengertian, P jumlah penduduk sampai akhir tahun perencanaan jiwa. Po jumlah penduduk awal perencanaan jiwa,r prosentase pertambahan penduduk pertahun. n umur perencanaan tahun, d hitung kepadatan penduduk dengan menggunakan formula.
Jumlah Penduduk jiwa,Kepadatan penduduk 2,Luas Daerah Terbangun Hektar. 4 4 4 Penentuan kebutuhan air, Kebutuhan air total dihitung berdasarkan jumlah pemakai air yang telah diproyeksikan untuk 5. tahun 10 tahun mendatang dan kebutuhan rata rata setiap pemakai setelah ditambahkan 20. sebagai faktor kehilangan air kebocoran Kebutuhan total ini dipakai untuk mengecek apakah. sumber air yang dipilih dapat digunakan Kebutuhan air ini didasarkan atas pelayanan dengan. menggunakan Hidran Umum HU dengan perhitungan sebagai berikut. a hitung kebutuhan air dengan formula,Q md Q x fmd. dengan pengertian,Q md kebutuhan air Liter hari,q kebutuhan air perorang perhari Liter orang hari. P jumlah jiwa yang akan dilayani sesuai dengan tahun perencanaan jiwa. fmd faktor maksimum 1 05 1 15,b hitung kebutuhan total air dengan formula.
Qt Q md x 100 80 4,dengan perincian, Qt kebutuhan air total dengan faktor kehilangan air 20 Liter hari. Daftar RSNI,Pd T 09 2005 C, c bandingkan dengan hasil pengukuran debit sumber air baku apakah dapat mencukupi atau. tidak jika tidak mencukupi cari alternatif sumber air baku lain. 4 4 5 Penentuan sistem penyediaan air, Dalam menentukan sistem penyediaan air minum akan tergantung pada kualitas sumber air. baku namun demikian pada umumnya diusahakan harus sederhana murah dalam biaya. penyambungan dan pemeliharaan serta mudah dalam pembangunan operasional dan. pemeliharaannya Instalasi pengolahan yang umum ada dapat digunakan. 4 4 5 1 Kriteria disain, Kriteria disain untuk setiap sistem penyediaan air minum pipa transmisi dan pipa distibusi. disajikan dalam tabel tabel berikut ini, Tabel 4 Kriteria disain sistem penyediaan air minum.
No SPAM Keterangan,1 Penangkap Mata Air PAM Skala komunal. Asumsi kebutuhan 30 L 60 L perorang hari,Waktu pengambilan 8 jam 12 jam. Pelayanan minimal 20 KK,2 Sumur Gali SGL Skala komunal. Asumsi kebutuhan 30 L 60 L perorang hari,Pelayanan minimal 5 KK. 3 Penampungan air hujan Skala komunal,Asumsi kebutuhan 30 L 60 L perorang hari.
Pelayanan 5 KK 10 KK,4 Sistem Pengolahan Air Skala komunal. Sederhana SIPAS Waktu operasional 6 jam 8 jam,Kapasitas optimum 0 25 L detik. Asumsi kebutuhan 30 L 60 L perorang hari,Pelayanan 20 KK 30 KK. 5 Hidran Umum Kran Umum Skala komunal,Cakupan pelayanan 60 100 penduduk. Asumsi kebutuhan 30 L 60 L perorang hari,Jarak minimum penempatan 200 meter.
Pelayanan 20 KK 30 KK,6 Sumur Pompa Tangan Skala komunal. Asumsi kebutuhan 30 L 60 L perorang hari,Pelayanan minimal 5 KK. 7 Bangunan penyadap Kecepatan Aliran v 0 3 m detik 2 m detik. 8 Bak Pengumpul Waktu detensi 5 menit 15 menit, 9 Saringan Pasir Lambat Surface loading Kecepatan filtrasi 0 1 0 3 m3 m2 jam. Tinggi air 0 7 meter 1 meter,Tinggi media 0 7 meter 1 meter. Efective Size 0 15 mm 0 35 mm,Daftar RSNI,Pd T 09 2005 C.
Tabel 5 Kriteria pipa transmisi,No U raian Notasi Kriteria. 1 Debit Perencanaan Q max Kebutuhan air hari maksimum. Q max F max x Q rata rata,2 Faktor hari maksimum F max 1 10 1 25. 3 Jenis saluran Pipa atau saluran terbuka,4 Kecepatan aliran air dalam pipa. a Kecepatan minimum V min 0 3 m det,b Kecepatan maksimum. Pipa PVC V max 3 0 m det,Pipa DCIP V max 6 0 m det.
5 Tekanan air dalam pipa,a Tekanan minimum H min 10 meter. b Tekanan maksimum,Pipa PVC H maks 80 meter,Pipa DCIP 100 meter. 6 Kecepatan saluran terbuka,a Kecepatan minimum V min 0 6 m det. b Kecepatan maksimum V maks 1 5 m det,7 Kemiringan saluran terbuka S 0 5 1 0 00. 8 Tinggi bebas saluran terbuka Hw 15 cm minimum, 9 Kemiringan tebing terhadap dasar 45 untuk bentuk trapesium.
Tabel 6 Kriteria pipa distribusi,No U raian Notasi Kriteria. 1 Debit Perencanaan Q puncak Kebutuhan air jam puncak. Q peak F peak x Q rata rata,2 Faktor jam puncak F puncak 1 5 2. 3 Kecepatan aliran air dalam pipa,a Kecepatan minimum V min 0 3 m det. b Kecepatan maksimum,Pipa PVC atua ACP V max 3 0 m det. Pipa baja atau DCIP V max 6 0 m det,5 Tekanan air dalam pipa.
a Tekanan minimum h min 10 15 meter pada titik jangkauan. pelayanan terjauh Pada titik,sambungan rumah konsumen terjauh. b Tekanan maksimum,Pipa PVC atau ACP h max 80 meter. Pipa baja atau DCIP h max 100 meter,10 dari 19,Daftar RSNI. Pd T 09 2005 C,4 4 5 2 Bangunan penyadap Intake, Bangunan penyadap berupa pipa PVC GI dihitung dengan formula sebagai berikut. dengan pengertian,diameter pipa m,Q debit aliran m3 detik.
v kecepatan aliran m detik,4 4 5 3 Bangunan bak pengumpul. a Volume bak pengumpul waktu detensi td x Qt,Panjang P x Lebar L x Tinggi T. b Dimensi bak pengumpul,Panjang P 3 4 x Lebar L,Kedalaman T 1 m 1 5 m. 4 4 5 4 Perpipaan transmisi dan distribusi, a penentuan dimensi perpipaan transmisi dan distribusi dapat menggunakan formula. A 0 785 D2 7,Dengan pengertian,Q debit m3 detik,V kecepatan pengaliran m detik.
A luas penampang pipa m2,D diameter pipa m, b kualitas pipa berdasarkan tekanan yang direncanakan untuk pipa bertekanan tinggi dapat. menggunakan pipa Galvanis GI Medium atau pipa PVC kelas AW 8 s d 10 kg cm2 atau. pipa berdasarkan SNI Seri 10 12 5, c jaringan pipa didisain pada jalur yang ditentukan dan digambar sesuai dengan zona. pelayan yang di tentukan dari jumlah konsumen yang akan dilayani penggambaran. dilakukan skala maksimal 1 5 000,4 4 5 5 Pompa, Hihung daya pompa yang diperlukan berdasarkan data total tekanan head yang tersedia. dengan formula,11 dari 19,Daftar RSNI,Pd T 09 2005 C. dengan pengertian,P daya pompa tenaga kuda,Q debit m3 detik.
w density Kg Cm3,H total tekanan m,efisiensi pompa 60 75. HP horse power,4 4 5 6 Bangunan saringan pasir lambat SPL. a luas bangunan SPL yang diperlukan dapat menggunakan formula. Qt m3 detik,Luas unit bangunan SPL minimum 9,filtrasi m m detik. b jumlah unit bangunan SPL minimum 2 unit,c dimensi SPL. Panjang P 2 3 x Lebar L,Tinggi media pasir 0 7 m 1 m.
4 4 5 7 Bangunan hidran umum kran umum HU KU, Bangunan berupa tabung dari fiberglass dengan volume sudah ditetapkan 2m3 dan 4m3 jarak. maksimum antar hidran umum adalah 200 m,4 4 5 8 Sambungan rumah. Perencanaan sistem sambungan rumah jika tapping dari pipa distribusi disyaratkan tidak. melebihi 4 meter Jika penyambungan melebihi ketentuan tersebut maka tiap satu tapping harus. lebih dari satu sambungan rumah Dimensi sambungan dipilih pipa inchi satu bak meter ukur. dan satu klem sadel Penyambungan dilakukan hingga halaman rumah. 4 5 Pembangunan fisik, Dalam pembangunan fisik sistem penyediaan air minum meliputi tahapan persiapan. pelaksanaan pengawasan serta evaluasi,4 5 1 Persiapan. Pada tahapan persiapan pembangunan fisik sistem penyediaan air minum adalah sebagai. 4 5 1 1 Gambar pelaksanaan, Pembangunan sistem penyediaan air minum yang berbasis masyarakat dalam pelaksanaannya.
selain harus sudah menetukan spesifikasi sistem yang dipilih juga harus diikuti dengan. pembuatan gambar kerja yang meliputi, a gambar lokasi penerapan sistem penyediaan air minum secara umum peta situasi. 12 dari 19,Daftar RSNI,Pd T 09 2005 C, b gambar denah dan tampak potongan dari sistem yang akan dibangun. c gambar detail potongan maupun komponen yang diperlukan. d gambar penjelasan dari detail sistem serta komponen yang digunakan. 4 5 1 2 Rencana alokasi biaya, Rencana alokasi biaya pembangunan sistem penyediaan air minum dihitung berdasarkan. volume fisik dan harga satuan yang berlaku umum untuk setiap jenis pekerjaan seperti pada. tabel 7 Volume pekerjaan dibagi dalam tiap tahapan jenis pekerjaan yang meliputi. a pekerjaan persiapan, b pelaksanaan pekerjaan pokok sesuai dengan tahapan yang diperlukan pada tiap jenis. c pekerjaan finishing,Tabel 7 Rencana biaya,No Volume Harga Hatuan Jumlah.
I Persiapan,III Finishing,4 5 1 3 Jadwal, Jadwal pelaksanaan harus dibuat sesuai dengan urutan pekerjaan dengan waktu penyelesaian. yang diperlukan untuk tiap jenis pekerjaan seperti pada tabel berikut. Tabel 8 Jadwal pelaksanaan, No Uraian Pekerjaan Waktu Pelaksanaan Hari Minggu Bulan. Hari ke 1 Hari ke 2 Hari ke 3 Hari ke,1 Persiapan,3 Finishing. 4 5 1 4 Kebutuhan bahan tenaga pelaksana, Kebutuhan bahan dan tenaga kerja dihitung berdasarkan volume tiap jenis perkerjaan dari. sistem yang direncanakan,4 5 2 Pelaksanaan fisik, Pelaksanaan fisik dalam pembangunan prasarana dan sarana disesuai dengan sistem.
penyediaan air minum yang terpilih,4 5 2 1 Umum, Pelaksanaan pembangunan prasana dan sarana penyediaan air minum secara umum meliputi. a pekerjaan tanah,13 dari 19,Daftar RSNI,Pd T 09 2005 C. b pekerjaan pemasangan batu bata,c pekerjaan beton. d pekerjaan pemasangan pipa,e pekerjaan mekanikal elektrikal. f pekerjaan finishing,4 5 2 2 Pembuatan perlindungan mata air.
Pembuatan perlindungan mata air dapat mengacu pada Modul 2 1 mengenai Petunjuk Praktis. Pembangunan Penangkap Mata Air PMA Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Direktorat Jendral Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan. 4 5 2 3 Pembuatan sumur gali SGL pasangan batu bata. Pembuatan sumur gali SGL pasangan batu bata dapat mengacu pada Modul 2 2 mengenai. Petunjuk Praktis Pembangunan sumur gali SGL pasangan batu bata Departemen. Permukiman dan Prasarana Wilayah Direktorat Jendral Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan. 4 5 2 4 Pembuatan sumur gali SGL cincin beton, Pembuatan sumur gali SGL pasangan cincin beton dapat mengacu pada Modul 2 3 mengenai. Petunjuk Praktis Pembangunan sumur gali SGL pasangan cincin beton Departemen. Permukiman dan Prasarana Wilayah Direktorat Jendral Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan. 4 5 2 5 Pembuatan sumur pompa tangan SPT dangkal, Pembuatan sumur pompa tangan dangkal dapat mengacu pada Modul 2 4 mengenai Petunjuk. Praktis Pembangunan Sumur Pompa Tangan SPT Dangkal Departemen Permukiman dan. Prasarana Wilayah Direktorat Jendral Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan. 4 5 2 6 Pembuatan sumur pompa tangan dalam SPTD, Pembuatan sumur pompa tangan dangkal dapat mengacu pada Modul 2 5 mengenai Petunjuk. Praktis Pembangunan Sumur Pompa Tangan Dalam SPTD Departemen Permukiman dan. Prasarana Wilayah Direktorat Jendral Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan. 4 5 2 7 Pembuatan intake air permukaan, Pembuatan intake air permukaan mengacu pada Modul 4 7 mengenai Petunjuk Praktis. Pembangunan intake air permukaan Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Direktorat Jendral Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan. 4 5 2 8 Pembuatan penampung air hujan PAH, Pembuatan penampungan air hujan dapat mengacu pada Modul 3 1 atau Modul 3 2 mengenai.
Petunjuk Praktis Pembangunan penampungan air hujan PAH cetakan fiber atau Petunjuk. Praktis Pembangunan penampungan air hujan PAH pasangan bata Departemen Permukiman. dan Prasarana Wilayah Direktorat Jendral Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan. 14 dari 19,Daftar RSNI,Pd T 09 2005 C, 4 5 2 9 Pembuatan instalasi pengolahan air sederhana IPAS. Pembuatan intake air permukaan mengacu pada Modul 4 4 mengenai Petunjuk Praktis. Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Sederhana T Departemen Permukiman dan Prasarana. Wilayah Direktorat Jendral Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan. 4 5 2 10 Pemasangan hidran umum, Pemasangan hidran umum meliputi tahapan kegiatan sebagai berikut. a Pekerjaan pondasi dari tangki air, 1 buat lingkaran pada tanah di lokasi hidran umum dengan diameter lingkaran luar 2 20. 2 gali tanah untuk pondasi berbentuk lingkaran dengan lebar diameter luar 2 2 meter dan. diameter dalam 0 6 meter,3 lapisi dengan pasir padat setebal 5 cm. 4 pasang batu kosong sepanjang lingkaran pondasi, 5 pasang pondasi dari batu kali dengan adukan 1 semen 4 pasir di atas pasangan batu.
kosong Timbun pinggir pondasi dengan tanah timbunan dan padatkan. 6 lanjutkan pemasangan pondasi hingga mencapai ketinggian 50 cm dari muka tanah. 7 timbun celah antar pondasi dengan tanah untuk menimbun dan padatkan hingga. ketinggian 50 cm dari muka tanah sejajar dengan tinggi pondasi yang mengelilinginya. 8 buat campuran beton tumbuk dengan perbandingan volume 1 semen 2 pasir 3 kerikil. 9 buat lantai kerja dengan menuangkan campuran beton tumbuk setebal 5 cm di atas. pondasi dan lahan yang dibatasi oleh pondasi ratakan lantai kerja dengan roskam alat. perata kayu,10 biarkan lantai beton sampai mengering. 11 pasang tangki fiber diatas pondasi tersebut dan pasang pipa masuk besi GI dengan. diameter 1 inchi dan pipa keluar untuk kran diameter inchi sebanyak 4 unit. b Pekerjaan lantai dan saluran pembuangan air, 1 kupas gali tanah dasar lingkaran sepanjang 1 20 meter dari sisi pinggir pondasi. dengan kedalaman 20 cm,2 lapisi dengan pasir padat setebal 5 cm. 3 pasang batu kali atau batu bata dengan adukan 1 semen 4 pasir. 4 tuangkan campuran beton setebal 3 cm dan ratakan dengan roskam alat perata dari. 5 biarkan beton sampai kering, 6 pasang saluran pembuangan dengan konstruksi pasangan batu. 4 5 2 11 Pemasangan perpipaan, a pemasangan pipa transmisi mengacu pada spesifikasi teknis no AB K LW ST 005 98.
b pemasangan pipa distribusi mengacu pada spesifikasi teknis no AB K LW ST 006 98. c pemasangan pipa sambungan rumah,1 siapkan data, 2 siapkan bahan dan peralatan yang akan dipergunakan. 3 lakukan penyadapan, 4 lakukan pemasangan pipa dan perlengkapannya termasuk katup pengatur dan meter air. 5 lakukan pembuatan bak meter air,6 lakukan penyegelan meter air.

Related Books