BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2 1 Tanaman Trembesi

Bab Ii Tinjauan Pustaka 2 1 Tanaman Trembesi-PDF Download

  • Date:21 May 2020
  • Views:3
  • Downloads:0
  • Pages:19
  • Size:296.89 KB

Share Pdf : Bab Ii Tinjauan Pustaka 2 1 Tanaman Trembesi

Download and Preview : Bab Ii Tinjauan Pustaka 2 1 Tanaman Trembesi


Report CopyRight/DMCA Form For : Bab Ii Tinjauan Pustaka 2 1 Tanaman Trembesi


Description:

ini sering digunakan sebagai tanaman hias dan peneduh sekaligus mampu sebagai penyerap polutan dan karbon Nuroniah dan Kokasih 2010 Tanaman trembesi dapat mencapai ketinggian rata rata 20 25 m Bentuk batangnya tidak beraturan dengan daun majemuk yang panjangnya sekitar 7 15 cm sedangkan pada pohon trembesi yang sudah tua berwarna kecoklatan permukaan kulit kasar dan terkelupas Bunga

Transcription:

Perkembangbiakan dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu biji stek batang. menggunakan tunas vertikal stek akar dan stump Jika dibutuhkan dalam skala. besar biji dikoleksi untuk disemaikan di persemaian atau dengan cara menanam. langsung di lapangan Gambar pohon trembesi dapat dilihat pada Gambar 2 1. Gambar 2 1 Pohon trembesi Albizia saman jacq Merr Dahlan 2010. Klasifikasi tanaman trembesi adalah sebagai berikut USDA 2011. Kingdom Plantae,SubKingdom Tracheobiota,Superdivisi Spermatophyte. Divisi Magnoliophyta,Kelas Magnoliopsida,SubKelas Rosidae. Ordo Fabales,Famili Fabaceae,Genus Albizia Merr,Spesies Albizia saman Jacq Merr. 2 1 1 Manfaat dan kandungan senyawa kimia tanaman trembesi. Trembesi digunakan terutama sebagai pohon peneduh dan hiasan Perum. Perhutani menggunakan trembesi sebagai peneduh di tempat pengumpulan kayu. Dalam upaya pengurangan emisi karbon pemerintah melalui program one man. one tree menggalakkan penanaman tembesi karena trembesi diyakini sebagai. penyerap karbon yang tinggi Staples dan Elevitch 2006 Selain tanaman. peneduh trembesi memiliki kegunaan sebagai obat obatan Daun trembesi dapat. digunakan sebagai obat tradisional antara lain demam diare sakit kepala dan. sakit perut Biji yang tua dapat diolah sebagai makanan ringan dan berkhasiat. sebagai obat pencuci perut dengan cara merebus biji dengan air panas lalu air. rebusannya diminum Staples dan Elevitch 2006, Prasad et al 2008 melaporkan bahwa daun trembesi mengandung. senyawa metabolit sekunder yaitu tanin selain tanin daun trembesi juga. mengandung flavonoid saponin steroid terpenoid dan glikosida kardiak. Sementara itu hasil penelitian dari Raghavendra et al 2008 diperoleh bahwa. daun trembesi juga mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid. Nuroniah dan Kokasih 2010 melaporkan bahwa selain sebagai pohon. peneduh tanaman trembesi dapat pula digunakan sebagai bahan obat tradisional. seperti diare demam sakit perut dan sakit kepala Sementara biji dari trembesi. dapat digunakan sebagai obat pencuci perut dengan menyeduh bijinya. menggunakan air panas dan air seduhannya dapat langsung diminum Selain itu. ekstrak dari daun trembesi dapat digunakan sebagai antimikroba terhadap. Escherichia coli Staphylococcus aureus Candida albican dan Xanthomonas. Berdasarkan uji fitokimia dapat diketahui bahwa trembesi mengandung tanin. flavonoid saponin steroid glikosida kardiak dan terpenoid. Imam et al 2010 telah melakukan penelitian terhadap potensi fraksi n. heksana karbon tetraklorida dan kloroform dari ekstrak kasar metanol kulit. batang trembesi sebagai antioksidan dan antimikroba Ferdous et al 2010. melaporkan bahwa terdapat kelompok triterpenoid yang diperoleh dalam fraksi n. heksana dari ekstrak kasar metanol trembesi dan memiliki aktivitas antimikroba. terhadap bakteri gram positif dan negatif serta fungi. 2 2 Flavonoid, Flavonoid merupakan salah satu jenis komponen yang terkandung dalam.
tanaman dan dapat ditemukan pada semua tanaman vaskuler Flavonoid. merupakan suatu senyawa terbesar di alam dan merupakan kelompok senyawa. fenol Senyawa ini memiliki kerangka dasar berupa karbon yang terdiri dari 15. atom karbon yang mana dua cincin benzena C6 terikat pada suatu rantai propana. C3 dan membentuk suatu susunan berupa C6 C3 C6 Flavonoid yang terdapat di. alam sebagian besar ditemukan dalam bentuk glikosida yaitu unit flavonoid. terikat pada suatu gula Ikatan glikosida dapat terbentuk apabila gugus hidroksil. dari alkohol beradisi kepada gugus karbonil dari gula Flavonoid dapat ditemukan. sebagai mono di atau triglikosida yang mana satu dua atau tiga gugus. hidroksilnya terikat oleh gula Lenny 2006 Kerangka dasar dari flavonoid dapat. dilihat pada Gambar 2 2, Gambar 2 2 Kerangka dasar flavonoid Srivastava and Bezwada 2013. Berdasarkan struktur kerangka dasarnya senyawa flavonoid dibagi dalam. beberapa golongan yaitu flavon flavonol isoflavon katekin flavanon. antosianidin leukoantosianidin auron dan kalkon yang dapat dilihat pada. Gambar 2 3, Gambar 2 3 Struktur dasar beberapa senyawa flavonoid Markham 1988 Chusnie. Flavonoid terdistribusi secara luas pada tanaman yang memiliki berbagai. fungsi termasuk berperan dalam memproduksi pigmen berwarna kuning merah. atau biru pada bunga dan sebagai penangkal terhadap mikroba dan insekta. Flavonoid memiliki kontribusi yang penting dalam kesehatan manusia Menurut. Markham 1989 manusia disarankan untuk mengkonsumsi beberapa gram. flavonoid setiap harinya Flavonoid memiliki ikatan difenilpropana C6 C3 C6. yang diketahui sebagai antimutagenik dan antikarsinogenik Selain itu senyawa ini. juga memiliki sifat sebagai antioksidan anti peradangan anti alergi dan dapat. menghambat oksidasi dari LDL Low Density Lipoprotein Lenny 2006. Struktur flavonoid memiliki hubungan dengan aktivitasnya sebagai. antibakteri Mekanisme flavonoid seperti quercetin sebagian disebabkan oleh. penghambatan DNA gyrase Sophoraflavone G dan epigallocatechin gallate. telah diusulkan dapat menghambat fungsi membran sitoplasma sedangkan. licochalcones A dan C dapat menghambat metabolisme energi Chusnie Lamb. 2 3 Escherichia coli, Escherichia coli merupakan bakteri Gram negatif berbentuk batang. pendek yang memiliki panjang sekitar 2 m diameter 0 7 m lebar 0 4. 0 7 m dan bersifat anaerob fakultatif E coli membentuk koloni yang bundar. cembung dan halus dengan tepi yang nyata dan khas bersel tunggal. uniseluler dan tidak mengandung struktur yang terbatasi membran di dalam. sitoplasmanya Sel selnya secara khas berbentuk bola kokus batang basilus. spiral spirillum dan diameternya sekitar 0 5 1 0 m serta panjangnya 1 5 2 5. m Yulia 2006 Bentuk bakteri E coli dapat dilihat pada Gambar 2 4. Gambar 2 4 Bentuk bakteri E Coli Smith Keary 1988, E coli selalu ada dalam saluran pencernaan hewan dan manusia karena. secara alamiah E coli merupakan salah satu penghuni tubuh Penyebaran E coli. dapat terjadi dengan cara kontak langsung bersentuhan berjabatan tangan dan. sebagainya kemudian diteruskan melalui mulut akan tetapi E coli dapat. ditemukan tersebar di alam sekitar kita Penyebaran secara pasif dapat terjadi. melalui makanan atau minuman Melliawati 2009, E coli adalah anggota flora normal usus yang berperan penting dalam.
sintesis vitamin K konversi pigmen pigmen empedu asam asam empedu dan. penyerapan zat zat makanan E coli termasuk bakteri heterotrof yang. memperoleh makanan berupa zat oganik dari lingkungannya karena tidak dapat. menyusun sendiri zat organik yang dibutuhkannya Zat organik diperoleh dari sisa. organisme lain Bakteri ini menguraikan zat organik dalam makanan menjadi zat. anorganik yaitu CO2 H2O energi dan mineral Di dalam lingkungan bakteri. yang dikenal sebagai pembusuk ini berfungsi dalam proses menguraikan zat sisa. dan menyediakan nutrisi bagi tumbuhan Ganiswarna 1995. E coli menjadi patogen apabila jumlah bakteri ini dalam saluran. pencernaan meningkat atau berada di luar usus E coli menghasilkan enterotoksin. yang menyebabkan beberapa penyakit diare Penyakit yang disebabkan oleh. E coli yaitu infeksi saluran kemih diare sepsis dan meningitis E coli yang. menyebabkan diare banyak ditemukan di seluruh dunia E coli. diklasifikasikan oleh ciri khas sifat sifat virulensinya dan setiap kelompok. menimbulkan penyakit melalui mekanisme yang berbeda Ada lima kelompok. galur E coli yang patogen yaitu, 1 E coli Enteropatogenik EPEC adalah penyebab penting diare pada bayi. khususnya di negara berkembang, 2 E coli Enterotoksigenik ETEC adalah penyebab diare yang sering. menyerang pengunjung Negara berkembang Faktor kolonisasi ETEC yang. spesifik untuk manusia menimbulkan pelekatan ETEC pada sel epitel usus. 3 E coli Enteroinvasif EIEC yang menimbulkan penyakit yang sangat mirip. dengan shigelosis Galur EIEC bersifat non laktosa atau melakukan fermentasi. laktosa dengan lambat serta bersifat tidak dapat bergerak EIEC menimbulkan. penyakit melalui invasinya ke sel epitel mukosa usus. 4 E coli Enterohemoragik EHEK menghasilkan verotoksin sesuai efek. sitotoksisnya pada sel Vero, 5 E coli Enteroagregatif EAEC menyebabkan diare akut dan kronik pada. masyarakat di negara berkembang E coli ini dapat memasuki aliran darah. dan menyebabkan sepsis Jawetz et al 1995, Escherichia coli merupakan bakteri yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. dan lingkungan maka perlu dilakukan penanggulangan terhadap bakteri tersebut. Berdasarkan penelitian para ahli kimia dinyatakan bahwa kandungan senyawa. kimia suatu tanaman dapat berpotensi sebagai antibakteri khususnya bakteri E. coli Seperti yang dilaporkan oleh Prasad et al 2008 bahwa dalam ekstrak daun. trembesi mengandung senyawa tanin flavonoid saponin steroid glikosida. kardiak dan terpenoid yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia. coli Staphylococcus aureus dan antijamur terhadap Candida albicans. 2 4 Metode Uji Aktivitas Antibakteri, Antibakteri adalah zat yang membunuh atau menekan pertumbuhan atau.
reproduksi bakteri Suatu antibakteri dapat memiliki spektrum luas apabila dapat. membunuh bakteri Gram negatif dan Gram positif spektrum sempit apabila. antibakteri hanya membunuh bakteri Gram positif atau Gram negatif saja dan. spektrum terbatas apabila antibakteri efektif terhadap satu spesies bakteri tertentu. saja Dwijoseputro 1990 Cara kerja antibakteri ada yang bersifat mematikan. bakteri bakterisida dan ada yang hanya menghambat pertumbuhan bakteri. disebut sebagai bakteriostatik Shcunack et al 1990 Kerja antibakteri. dipengaruhi oleh konsentrasi zat uji jumlah bakteri adanya bahan organik dan. pH Chan dan Pelzcar 1986 Stout dalam Maryuni 2008 mengelompokkan. antibakteri ke dalam 3 kelompok yaitu antibakteri dengan aktivitas rendah. sedang kuat dan sangat kuat yang ditampilkan pada tabel 2 1. Tabel 2 1 Pengelompokan aktivitas antibakteri,Aktifitas Diameter Zona Hambat mm. Sedang 5 10,Kuat 10 20,Sangat kuat 20,Sumber Stout dalam Maryuni 2008. Pengukuran aktivitas antibakteri dapat dilakukan dengan beberapa metode. diantaranya metode difusi dan metode pengenceran Metode difusi merupakan. metode yang paling umum digunakan metode difusi dapat dilakukan dengan tiga. cara yaitu, 1 Metode silinder merupakan silinder steril dengan diameter 8 mm ditetesi. larutan uji dan ditempatkan pada permukaan agar yang telah ditanami bakteri. uji Daerah hambat yang terbentuk terlihat sebagai daerah bening di sekeliling. 2 Metode perforasi adalah media agar ditanami bakteri uji dan selanjutnya pada. media tersebut dibuat lubang atau sumur dengan diameter 6 mm dan larutan. uji sebanyak 10 L dimasukkan ke dalamnya Daerah bening yang terbentuk. merupakan daerah hambatannya, 3 Metode Difusi Cakram metode ini merupakan metode yang paling banyak. digunakan dan dikenal sebagai metode Kirby Bauer Dalam metode ini. sejumlah bakteri diinokulasikan pada media agar dan cakram yang. mengandung larutan uji atau antibakteri tertentu diletakkan pada permukaan. media agar yang telah memadat Daerah bening sebagai daerah hambatan. terbentuk setelah masa inkubasi dan terlihat tidak ditumbuhi bakteri di. sekeliling cakramnya Chan dan Pelzcar 1986, 2 5 Metode Analisis Senyawa Flavonoid pada Tanaman.
Senyawa flavonoid yang terkandung dalam tanaman dapat dianalisis. melalui beberapa tahapan dimana tahapan tahapan tersebut meliputi ekstraksi. pemisahan dan pemurnian serta identifikasi,2 5 1 Ekstraksi. Ekstraksi adalah salah satu cara untuk menarik sebagian atau seluruh. komponen kimia dalam suatu sampel tumbuhan menggunakan pelarut yang sesuai. berdasarkan polaritas pelarut Pemilihan metode ekstraksi bergantung pada jenis. senyawa yang akan diisolasi dan kandungan kimia yang terdapat dalam tumbuhan. Harbone 1987 Lenny 2006 menyatakan bahwa terdapat berbagai jenis. ekstraksi seperti maserasi perkolasi dan soxhlet Ekstraksi perkolasi merupakan. ekstraksi yang dilakukan dengan mengalirkan pelarut pada sampel yang diekstrak. Maserasi dilakukan dengan cara merendam sampel dalam pelarut organik Pelarut. organik akan menembus dinding sel dan masuk ke dalam rongga sel yang. mengandung zat aktif sehingga zat aktif akan larut Karena adanya perbedaan. konsentrasi antara larutan zat aktif di dalam sel maka larutan yang terpekat. didesak keluar Keuntungan metode maserasi adalah metode dan peralatan yang. digunakan sederhana dan mudah diusahakan Cheong et al 2005 Metode. ekstraksi soxhletasi termasuk dalam jenis metode ekstraksi dengan prinsip. pemanasan dan perendaman sampel Ekstraksi soxhletasi memiliki beberapa. keunggulan seperti pelarut yang digunakan lebih sedikit proses ekstraksi lebih. maksimal dan cepat Namun proses ekstraksi ini memiliki kelemahan yaitu. senyawa yang ada dalam sampel mudah rusak karena mengalami dekomposisi. Harborne 1987, Secara umum ekstraksi dilakukan berturut turut mulai dengan pelarut non. polar heksana atau benzena lalu dengan pelarut yang semi polar etilasetat atau. dietil eter kemudian dengan pelarut polar metanol atau etanol Dengan. demikian akan diperoleh ekstrak kasar yang mengandung berturut turut senyawa. non polar semi polar dan senyawa polar Hostetmann et al 1997 Ekstrasi. dengan pelarut non polar biasanya diperlukan untuk penghilangan lemak sebelum. diekstraksi dengan pelarut yang sesuai Dengan demikian ekstrak yang diperoleh. bersifat bebas lemak Harborne 1996, Proses ekstraksi untuk memisahkan senyawa flavonoid dari bahan. tanaman umumnya digunakan pelarut yang bersifat polar seperti etanol dan. metanol Senyawa flavonoid yang bersifat polar akan larut dalam pelarut metanol. dan etanol karena memiliki sifat kepolaran yang sama Selain larut dalam pelarut. polar beberapa senyawa flavonoid juga diketahui dapat dipisahkan dengan pelarut. semi polar Hal ini kemungkinan disebabkan karena sifat kepolaran dari senyawa. tersebut yang cenderung larut dalam pelarut dengan tingkat kepolaran yang lebih. rendah Harborne 1996,2 5 2 Metode pemisahan dan pemurnian. Pada tahap pemurnian suatu senyawa yang tercampur di dalam suatu. ekstrak dapat dipisahkan dengan cara tertentu salah satu diantaranya adalah. menggunakan teknik kromatografi Kromatografi merupakan suatu proses. pemisahan berdasarkan perbedaan distribusi campuran komponen antara fase. gerak dan fase diam Komponen komponen dari campuran akan terpartisi pada. kedua fase yang disebabkan oleh perpindahan diantara kedua fase tersebut. Komponen komponen yang terpartisi lebih banyak pada fase diam akan tertahan. lebih lama di dalam kolom dibandingkan dengan komponen komponen yang. terpartisi lebih banyak pada fase gerak Fase diam yang paling sering digunakan. adalah silika gel hal tersebut disebabkan karena silika gel mampu mengabsorpsi. sampai 70 berat air tanpa menjadi basah Khopkar 2003 Teknik kromatografi. yang umum dilakukan adalah teknik kromatografi kolom dan kromatografi lapis. a Kromatografi kolom, Prinsip dasar dari kromatografi kolom adalah partisi dari komponen.
komponen yang merupakan suatu tipe kesetimbangan dimana komponen. komponen tersebut akan terbagi diantara fase diam dan fase gerak Kromatografi. kolom digunakan untuk pemisahan dengan jumlah sampel yang lebih banyak. dengan menggunakan material terpadatkan adsorben pada sebuah kolom gelas. vertikal Ukuran kolom tergantung pada banyaknya sampel yang akan dipisahkan. Sampel yang merupakan campuran dari beberapa komponen dimasukkan melalui. bagian atas kolom sambil dialiri eluen terbaiknya Masing masing komponen akan. teradsorbsi pada fase diam dan bergerak keluar dari kolom secara perlahan. Perbedaan kekuatan adsorbsi komponen komponen tersebut oleh fase diam. berpengaruh terhadap pergerakannya di dalam kolom Komponen yang diserap. lemah oleh adsorben akan keluar lebih cepat bersama eluen sedangkan komponen. yang diserap kuat akan keluar lebih lama Gritter et al 1991. Roth dan Blaschke 1998 menyatakan bahwa pengisian fase diam ke. dalam kolom dilakukan dengan cara mencampurkan adsorben dalam pelarut. sampai menjadi bubur kemudian dimasukkan ke dalam kolom sedikit demi sedikit. agar tidak terjadi gelembung atau celah diantara fase diam Setelah itu dielusi. dengan eluen sampai fase diam benar benar termampatkan Eluen yang digunakan. dapat berupa pelarut tunggal atau campuran beberapa pelarut yang berbeda. kepolaran dengan komposisi tertentu Sampel dimasukkan pada bagian atas fase. diam sambil terus dialiri eluen dengan posisi kran sedikit terbuka dengan. kecepatan aliran yang konstan sampai terjadi pemisahan Campuran akan. mengalami pemisahan menjadi zona zona sesuai dengan kuat lemahnya. terabsorpsi dalam fase gerak Eluat yang keluar dari kolom ditampung dalam. suatu tabung,b Kromatografi Lapis Tipis KLT, KLT termasuk dalam kromatografi adsorpsi dan adsorben bertindak. sebagai fase stationer diam Adsorben yang umum digunakan adalah silika gel. alumina kieselguhr dan selulosa Komponen fase gerak dapat berupa larutan. murni dan dapat pula gabungan beberapa larutan Beberapa keuntungan KLT. antara lain waktu operasi yang cepat peralatan sederhana dan mudah disiapkan. serta banyaknya parameter percobaan yang dapat divariasikan untuk mendapatkan. efek pemisahan yang terbaik KLT dapat digunakan untuk memisahkan berbagai. macam senyawa Senyawa senyawa tersebut antara lain ion ion anorganik. kompleks senyawa organik dengan anorganik dan senyawa organik baik yang. terdapat di alam maupun hasil sintetik Fasa gerak biner yang paling sering. digunakan pada pemisahan secara KLT dalam berbagai perbandingan yaitu n. heksana etilasetat n heksana aseton dan kloroform etanol Penambahan sedikit. asam asetat atau dietilamina berguna untuk memisahkan berturut turut senyawa. asam dan senyawa basa Khopkar 1990, Menurut Townshend 1995 tujuan dari kromatografi lapis tipis adalah. untuk tujuan kualitatif dan tujuan preparatif KLT kualitatif digunakan untuk. menganalisis senyawa senyawa organik dalam jumlah kecil menentukan pelarut. yang tepat untuk pemisahan dengan kromatografi kolom dan mengidentifikasi. komponen penyusun campuran melalui perbandingan dengan senyawa yang. diketahui strukturnya, Menurut Stahl 1958 campuran yang akan dipisahkan berupa larutan. ditotolkan berupa bercak atau pita awal kemudian pelat dimasukkan ke dalam. bejana tertutup rapat yang berisi larutan pengembang yang cocok fase gerak. Pemisahan terjadi selama perambatan kapiler pengembang dan selanjutnya. senyawa yang tidak berwarna harus ditampakkan Pelarut yang dipilih untuk. pengembang disesuaikan dengan sifat kelarutan senyawa yang dianalisis Bahan. lapisan tipis seperti silika gel bersifat asam sehingga senyawa yang bersifat basa. akan teradsorpsi kuat, Sastrohamidjojo 2001 menyatakan bahwa identifikasi dari senyawa. senyawa yang terpisah pada lapisan tipis dapat menggunakan harga R f Rf adalah. perbandingan antara jarak yang ditempuh oleh suatu senyawa dengan jarak yang. ditempuh oleh eluen dari garis batas bawah Nilai Rf berjangka antara 0 00 sampai. 1 00 yang dapat ditulis sebagai berikut, Pada gugus gugus yang besar dari senyawa senyawa yang susunannya.
mirip seringkali harga Rf berdekatan satu sama lainnya Sastrohamidjojo 1991. Adfa 2007 melakukan isolasi senyawa flavonoid aktif berkhasiat. sitotoksik dari daun kemuning Murraya panicullata L Jack Silika gel sebagai. fase diam dan elusi bergradient menggunakan eluen campuran n heksana. etilasetat etilasetat metanol dan metanol yang menghasilkan fluoresensi berwarna.

Related Books